Kurangi Risiko Banjir di Dili: MOP dan Enam LSM Lokal Membuat Drainase di Pegunungan

Timor Post - Berita
Reporter : Olga Soares
Editor : Hermenegildo da Costa Tilman
  • Share
Menteri Pekerjaan Umum, Abel Pires

Dili (timorpost.com)–Seperti diketahui, banjir merupakan salah satu bencana yang sering kali mengancam masyarakat. Apalagi saat musim hujan tiba, derasnya debit air yang mengguyur wilayah perkotaan dapat menyebabkan genangan air hingga setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya, jalan raya, pertokoan, hingga perkampungan terendam banjir akibat hujan.

Kondisi banjir akan semakin parah ketika sistem peresapan air di perkotaan masih terbilang minim.

ADVERTISEMENT
SCROLL FILA BA NOTISIA

Belum lagi, jika terjadi kerusakan pada salah satu bagiannya. Bukan hanya itu, air genangan banjir akan semakin tinggi ketika sungai dan selokan tersumbat oleh berbagai macam sampah.

Baca juga:
MTKI-UNWTO-EIF, Melakukan Pleminar Assessment Untuk Mengaktifkan Peran Perempuan Dalam Pariwisata

Dengan begitu, Kementerian Pekerjaan Umum (MOP) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berupaya mengurangi risiko bencana akibat banjir di kapital Dili, melalui pembuatan drainase di Posko Administrasi Dili Metinaro, Cristo-Rei dan Dom Aleixo.

“Kita harus melakukan perubahan terkait pencegahan bencana alam khusunya banjir di ibu kota dengan membuat drainase. Kami berkolaborasi dengan enam LSM lokal, dengan bantuan Badan Otoritas Air dan Sanitasi Nasional (ANAS.IP), untuk membuat sistem retensi air atau drainase di pegunungan untuk pencegahan bencana alam di ibu kota saat hujan, ”kata Menteri, Abel Pires.

Proyek pembuatan drainase saat ini telah mencapai 40%, yang menurut pejabat itu mungkin dapat mengurangi konsekuensi berbahaya yang disebabkan oleh banjir karena hujan.

Baca juga:
Irigasi Rusak, 9000 Hektare Sawah Tidak Pernah Panen

Abel Pires juga menggarisbawahi perlunya Pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur publik di Dili agar dapat menahan volume air hujan yang lebih besar yang telah merusak bendungan, jalan, jembatan dan rumah masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

Kesempatan yang sama, Presiden ANAS.IP, Domingos Pinto, menegaskan kerja sama tersebut bertujuan untuk menghemat air dan mengurangi risiko bencana alam.

“Kami menggunakan berbagai metode untuk menahan air hujan. Kami membuat danau dan memasang bendungan kecil di sungai untuk mencegah erosi”, tegasnya.

Baca juga:
Dokumen Human Fraternity, Menjadi Kunci Utama Bagi TL Dalam Menjaga Persaudaraan Manusia

Katanya, program tersebut akan diperluas ke kota lain, terutama yang memiliki risiko bencana alam lebih tinggi dan dengan potensi pertanian yang lebih besar.

Enam (6) LSM lokal yang bekerja sama dengan MOP yaitu, Permacultura Timor-Lorosa’e (PERMATIL), Ema Mata Dalan ba Progresu (ETADEP), HTL, Associação Movimento Kablaki–Timor-Leste (AMKTL), Rede Hametin Agrikultura Timor Lorosa’e (HASATIL) dan Foundacão Sião

 135 total views,  3 views today

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on “Kurangi Risiko Banjir di Dili: MOP dan Enam LSM…” A few seconds ago
  • Share

Berita Timorpost Lainnya


Komentar :
Timorpost.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

error: