Atauro, “Surga” Terindah Di Depan Kota Dili, Oleh: Amos Matalaka dan Yoss G. Le

Timor Post - Berita · Daerah · Lifestyle · Opini · Pariwisata · Travel
  • Share
Pulau Atauro Foto Spesial

ATAURO. ‘Kambing’ jantan yang cantik jelita. Pulau kambing, di tanduknya dihiasi  ‘mawar biru’. Serasi dengan lautnya yang biru. Langit biru. Awan biru. Hati wisatawan serba  biru. Berguling-guling di pasir putih  sambil menenun kisah kasih yang biru.

Ooouh indaaahnya. Laut Atauro penuh ikan warna-warni.  Lalu ketika senja memerah, oouh Tuhan pantai Akrema, Andara dan Beloi seperti lukisan kanvas para maestro. Langit berubah  jingga. Disanalah yang muda yang bercinta. Satu kecupan nakal di bibir, selanjutnya  terserah padamu.

ADVERTISEMENT
SCROLL FILA BA NOTISIA

Dan itulah Atauro. Pasir putih membentang berkilo-kilo meter. Pantainya sangat lebar. Bisa untuk main bola kaki atau volley. Siang hari, pasir putihnya berkilau-kilau. Dan saat malam hari, ketika sinar bulan purnama menggantung diatas langit Atauro pasir putihnya seperti sabuk emas putih yang sulit dilukiskan kata.

Dititik inilah saya bangga sebagai putra Atauro. Bangga sebagai anak petani. Bangga sebagai anak nelayan. Bangga sebagai anak peternak kambing. Bangga sebagai anak juragan perahu yang setiap hari bolak-balik Atauro-Dili membawa wisatawan yang datang dan pergi.

Baca juga:
Festival Ataúru Akan Menjadi Saksi Melestarikan Seni Budaya dan Pesona Bahari Timor-Leste

Surga Wisatawan

Para wisatawan di pantai Akrema, Atauro (Foto: Amyt Lay)

Alam Atauro terlalu indaaah. Setiap jengkal tanahnya melukiskan sabda alam nan permai. Di pulau yang berjarak sekitar  25 km arah depan kota Dili pasti  membius wisatawan yang datang.  Karena pulau kecil sepanjang 15 km dan lebar 9 km (seluas   105 km2) sesungguhnya adalah ‘surga’ bagi pelancong yang datang.

Pemerintah negara Timor Leste mesti tanggap melihat realita ini. Tetapkan Atauro sebagai pelataran terindah dari negara Timor Leste. Siapa pun wisatawan yang datang ke Dili atau distric-distric dalam wilayah Timor Leste belumlah lengkap bila tidak berkunjung ke Atauro. Menikmati pantai pasir putihnya yang aduhai itu.

Ikan kakap merah yang segar banyak dijumpai di Pulau Atauro, Dili, Timor Leste

Atau menikmati panorama bawah lautnya yang indah. Menikmati pendakian  ke puncak gunung Manucoco setinggi 995 meter diatas permukaan laut. Dari puncak Manucoco wisatawan dapat menyaksikan  sunrise terindah yang muncul dari lambung  laut Timor. Ooouh.

Baca juga:
Misa Natal 2022, Umat Penuhi Gereja Coração de Jesus Becora

Infrastruktur

Karena itu, mulailah merencanakan membangun Atauro sebagai pulau wisata kelas dunia. Buatlah Atauro jadi magnit. Sebab wisatawan dunia telah tahu tentang keindahan Atauro yang luar biasa itu.

Di titik inilah para perencana pembangunan Timor Leste mesti belajar dari negara mana saja.  Salah satunya belajar dari  para perencana yang telah membuat Pulau Gili Air di Mataram, Nusa Tenggara Barat menjadi terkenal di seluruh dunia.

Setiap hari ribuan wisatawan dari berbagai negara berlibur ke Gili Air. Mulai dari yang berkulit putih, kuning, sawo matang, hitam, bahkan hitam pekat. Semua menyatu di pasir, berasyikmasyuk di air sambil telanjang dada. Wooouh.

Mereka menikmati ‘surga’ apa adanya. Mereka mendatangkan devisa bagi negara tujuan. Yang pasti geliat ekonomi masyarakat pulau itu pastilah melejit.

Penginapan di pelabuhan Beloi, Atauro

Dititik inilah perencanaan Atauro  sejak awal wajib  membangun infrastruktur yang dibutuhkan sebuah pulau wisata. Bangunlah jalan melingkar Atauro. Tetapi bukan untuk mobil. Cukup untuk  motor dan sepeda. Kembangkan wisata sepeda di pulau kecil itu.

Baca juga:
Hingga November 2022, Imigrasi Timor Leste Deportasi 42 Warga Negara Asing

Sedangkan hotel tidak perlu yang  berbintang. Penduduk diberikan kesempatan untuk terlibat dalam bisnis penginapan. Jadi sejak awal masyarakat terlibat dalam perencanaan ini.

Masyarakat Dipersiapkan

Sukses atau tidak visi besar ini tergantung  respon masyarakatnya. Pemerintah wajib bicara jujur sejak awal. Berdialoglah dengan rakyat.

Di Akrema para wisatawan akan manjakan dengan ikan lumba-lumba

Sebab wisatawan yang datang akan membawa serta budayanya. Inilah yang harus dikaji betul-betul. Masyarakat harus siap menerima budaya asing, namun tidak terpengaruh. Di titik ini sekali lagi belajarlah pada masyarakat Gili Air.

Dan lihatlah ke laut Timor. Rombongan wisatawan manca negara  sedang ‘menyerbu’ Atauro. Semoga….Amiiin.

 1,316 total views,  3 views today

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on “Atauro, “Surga” Terindah Di Depan K…” A few seconds ago
  • Share

Berita Timorpost Lainnya


Komentar :
Timorpost.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

error: