Irigasi Rusak, 9000 Hektare Sawah Tidak Pernah Panen

Timor Post - Berita
Reporter : Siaran Pers
Editor : Hermenegildo da Costa
  • Share

LACLO (timorpost.com)–Bencana alam yang terjadi pada 4 April 2022 berdampak pada 9000 hektar lahan pertanian penduduk Laclo yang masih terbengkalai hingga saat ini.

Sawah-Sawah tersebut mengalami kegagalan panen disebabkan karena akibat banjir yang terjadi pada 4 April 2021 yang menyebabkan banyak hal termasuk irigasi sampai saat ini Instituto Gestaun dos Equipmentos (IGE-Tetun) belum memperbaiki dan akhirnya tidak bisa panen dalam dua tahun ini.

ADVERTISEMENT
SCROLL FILA BA NOTISIA

Ini terjadi di empat desa, di Pos Administratif Laclo 3500, Rembor 1500 dan Manatuto Vila dan Obrato 4000.

Di wilayah Kamedar sejumlah ladang juga terkena dampak dan IGE perlu menormalisasi Sungai Bahadik Laclo bagian dari Pulau Labitin, Rembor, Sungai Sumasi dan Obrato dan Manatuto Vila.

Kekhawatiran penduduk petani karena banjir yang berlangsung dua tahun berdampak signifikan terhadap tanah membuat masyarakat yang hidup dalam kemiskinan dan kekurangan pangan hanya mengkonsumsi makanan tradisional seperti jagung untuk bertahan hidup.

Baca juga:
PR Horta: Gelar Kardinal Suatu Penghargaan Bagi Gereja Katolik Serta Rakyat TL

Masyarakat meminta Presiden Republik, Jose Ramos Horta, dan Perdana Menteri, Taur Matan Ruak, untuk mengunjungi dan melihat kondisi rakyat dengan mengutus tim Instituto Gestaun dos Equipmentos (IGE) untuk segera melakukan normalisasi terhadap arus sungai serta irigasi, Bila tidak segera ditangani secara cepat maka, lahan pertanian akan mengalami kekeringan sampai 9000 hektar lahan pertanian.

João de Carvalho, seorang Petani di Desa Rembor, Senin (21/11) menginformasikan bahwa tim IGE telah membawa Ekskavator 200 Long PC dan Buldozer D85 untuk berhenti di dekat Sungai Rembor, namun belum bekerja karena alasan yang tidak jelas.

Baca juga:
Pemerintah Bangun 5 Rumah Untuk Korban Pembantaian 12 November

“Sebenarnya saluran irigasi untuk areal pesawahan di beberapa titik tersebut sudah ada. Namun akibat sering tergerus arus sungai yang meluap, maka banyak tanggul irigasi yang jebol. Makanya kami meminta kepada pemerintah dan presiden agar dapat mengungjungi kami supaya bisa ada solusi yang baik bagi kami petani disini, karena sampai saat ini lahan kami dirusak oleh sungai tetapi belum diperbaiki mengakibatkn gagal panen” kata João.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dusun Laicore-Laclo, Sebstião Soares Cabral, meminta pemerintah segera melakukan intervensi oleh tim IGE untuk segera memperbaiki saluran irigasi agar tidak tergerus arus sungai yang meluap mengakibatkan bagi kehidupan masyarakat kecil.

“Kami mendesak IGE untuk menormalisasi Sungai Bahadik Laklo bagian dari Pulau Labitin, Rembor, Sungai Sumasi dan Obrato serta Manatuto Vila, karena sebagian besar lahan pertanian khusunya sawa terbengkalai,” prihatinnya.

Baca juga:
Brasil Akan Memperkuat Teknologi di Parlemen Nasional

Kepala Dusun mengakui, penduduk yang hidup dalam kemiskinan selama ini hanya mengkonsumsi jagung, karena tidak mampu membeli beras, dan hidup hanya bergantung pada bertani dan tidak memiliki kekuatan ekonomi.

Di tempat yang sama, penduduk Jose Luis mengatakan jika IGE tidak turun tangan, maka hujan lebat akan membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat.

“Sungai kini telah merusak tanah hampir cukup, dan beberapa rumah penduduk terancam maka kami mendesak pemerintah untuk melihat masalah ini dengan serius karena terkait kehidupan masyarakat,” tambahnya.

 192 total views,  3 views today

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on “Irigasi Rusak, 9000 Hektare Sawah Tidak Pernah …” A few seconds ago
  • Share

Berita Timorpost Lainnya


Komentar :
Timorpost.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

error: