Keluarga Minta Hasil Otopsi  Bernardo Dipublikasikan

Timor Post - Dili
  • Share
Keluarga dari almarhum Jose Bernardo Menggelar Konferensi Pers, meminta Pihak berwenang Untuk Mempublikasikan Hasil otopsi anak mereka (Foto TP/Constantino Savio)

Reporter: Hermenegildo da Costa Tilman

Dili (timorpost.com.)—Keluarga Bernardo da Silva, tahun lalu yang tewas di rumah tahanan Caicoli, terus meminta keadilan atas kasus kematian almarhum, Bernardo 27 tahun, warga Audian, kota Dili, sebelumnya tewas dalam rumah tahanan.

ADVERTISEMENT
SCROLL FILA BA NOTISIA


Menurut keluarga Morreno Oliveira,  mengatakan, sampai saat ini kasus anak kami Bernardo sampai saat ini belum mengetahui pasti dari sebab apa meninggal. Apakah betul mati karena gantung diri di rumah tahanan atau ada motif lain.

“Kami keluarga sampai saat ini belum mendapatkan hasil yang pasti terkait anak kami Bernardo yang mati di rumah tahanan Caicoli. Kami keluarga perlu kepastian dari hasil otopsi,”. Katanya di Rumah Almahrum, di Audian, Jumat (31/03/2023).

Dikatakannya, sampai saat ini keluarga belum menerima hasil dari otopsi, dan belum mengetahui hasil dan penyebab kematian Bernardo.

“Keluarga belum puas sampai sekarang belum ada akses hasil otopsi karena sudah tujuh bulan, dan pihak keluarga belum mengetahui penyebab kematian Jose Bernardo menurut laporan medis. perwakilan hukum dari bidang hukum sosial telah mengatakan kepada Kejaksaan untuk mengakses laporan otopsi tetapi belum diperoleh “

Menurut pihak keluarga, tujuan otopsi adalah untuk mengetahui penyebab kematian Bernardo, mencari ahli internasional untuk membuat analisis yang lebih detail untuk mengetahui apakah penyebab Bernardo meninggal karena gantung diri sendiri atau alasan lain.

“Kami terus memperluas ke sistem peradilan untuk mencari kebenaran dan menemukan kebenaran, kami tahu bahwa hasil akhir dari tindakan ilegal Lembaga PNTL sebagai penyedia sendiri mengatakan ada beberapa kegagalan dalam penahanan Jose di rumah Sela,”.

Pengacara dan asisten hukum keluarga Bernardo, mengatakan kami dan pengacara kami menyiapkan proses perdata untuk meminta tanggung jawab Lembaga PNTL, dan keluarga akan terus bekerja sama dalam proses pidana yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung.

Kami juga memiliki hak untuk mengidentifikasi bahwa jika ada semua kelalaian polisi terakhir untuk mengakhiri kematian Jose, keluarga percaya bahwa PNTL akan siap untuk mengakui kegagalan Lembaga untuk memperkuat bersama untuk lebih memperkuat kapasitas PNTL.

Di satu sisi, Adelina Meluk de Jesus Lobo, menilai penahanan itu ilegal dan merupakan tindak pidana penculikan. Keluarga berhak mengetahui penyebab kematian. Ia meminta Kejaksaan agar pihak keluarga juga bisa mendapatkan akses kerahasiaan peradilan.

Selain merupakan proses pidana yang dilakukan oleh aparat kepolisian, juga harus melakukan proses administrasi di lembaga PNTL. Mengharapkan agar hasil penahanan tidak memihak dan tidak ada batasan dari pihak terkait lainnya. Keluarga siap menyumbangkan bagian dari keadilan untuk melaksanakan proses ini.

 1,089 total views,  3 views today

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on “Keluarga Minta Hasil Otopsi  Bernardo Dipublika…” A few seconds ago
  • Share
ADVERTISEMENT
SCROLL FILA BA NOTISIA


Berita Timorpost Lainnya


Komentar :
Timorpost.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

error: