Masa Depan Perekonomian Timor-Leste Berdiri di atas Lima Pilar BUMN atau Kompaña Estadu Timor Lorosa’e (Ketile)

Mario da Costa - Opini
Reporter : Livio da Conceicao Matos
  • Share

“Epidemiolojista no dosente iha Eskola Superior Parteira UNTL (Pemerhati Dezenvolvimentu Nasional)”

Kekayaan Negara yang menyangkut hajat hidup orang banyak, harus dikelola oleh Negara melalui perusahaan Negara. Badan Usaha Milik Negara atau BUMN atau dalam Bahasa Inggris State-Owned Enterprises adalah perusahaan Negara yang seluruh atau sebagian besar modalnya berasal dari Negara yang berfungsi untuk menata perekonomian Negara untuk kesejahteraan rakyat dan di bawah pengawasan langsung dari pemerintah atau Negara.

ADVERTISEMENT
SCROLL FILA BA NOTISIA


Negara-negara, besar atau kecil dalam menata perekonomian Negara sangat tergantung kepada dua jenis perusahaan besar yakni perusahaan swasta dan perusahaan Negara. Perusahaan Negara harus tampil maksimal untuk menata perekonomian Negara ketika perusahaan swasta nasional belum mampu untuk menopang sepenuhmya perekonomian Negara.

Di pihak lain, perusahaan Negara harus mampu mengelola sumber daya alam Negara yang menyangkut hajat hidup warga Negara tanpa tergantung kepada modal asing.

Dalam bersaing dengan investor asing, Timor-Leste dapat menerapkan dua jenis perusahaan ini, perusahaan Negara dan perusahaan swasta, secara berdampingan untuk menghasilkan barang dan jasa.

Namun demikian, perusahaan Negara harus tampil lebih memihak kepada rakyat dan tidak hanya berorientasi kepada keuntungan semata. Timor-Leste dalam keterbatasan sumber daya manusia dan sumber daya alam, salah  satu pilihan terbaik untuk membangun perekonomian Negara adalah dengan mendirikan perusahaan Negara terutama bidang-bidang yang menyangkut sustainability perekonomian Negara. Bidang- bidang tersebut yakni:  Pertanian, peternakan, perikanan, perminyakan dan  perbankan nasional.

Pertanian. Perusahaan Negara di bidang pertanian dimulai dari membangun persawahan secara besar-besaran di seluruh wilayah Timor-Leste. Daerah – daerah potensi persawahan  seperti: Suai sampai Iliomar, Loes sampai Maliana perlu mendapat perioritas untuk segera dijadikan perusahaan Negara.

Presiden sebagai kepala Negara harus mampu memainkan peran untuk negosiasi dengan para petinggi adat di daerah-daerah tersebut untuk menjadikan lahan persawahan ini menjadi perusahaan yang dikelola oleh negara. Dimulai dari pemetaan persawahan dan pemetaan pembangunan perumahan untuk karyawan perusahaan serta pemetaan pembangunan irigasi merupakan langkah awal untuk pembangunan persawahan. Selanjutnya dilakukan pembangunan fisik secara bertahap sampai kepada perekrutan karyawan untuk bekerja di area ini.

Perikanan laut. Perusahaan Negara di bidang ini dimulai dari perencanaan sumber daya manusia, pembelian kapal penangkap ikan, infrastruktur industry pengalengan ikan dan pengolahan teknologi pangan berbahan mentah ikan. Perlu dipersiapkan sematang mungkin sebelum perusahaan ini beroperasi dalam jangka waktu yang panjang karena perusahaan ini akan beroperasi dalam jangka waktu yang lama yakni dari generasi ke generasi.

Disamping itu, perlu pemetaan pembangunan perumahan bagi karyawan yang akan bekerja di perusahaan ini yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti sekolah untuk anak-anak mereka, fasilitas ibadah, pasar, kolam renang dan fasilitas lainnya.

Peternakan. Perusahaan Negara di bidang ini dimulai dari pembangunan infrastruktur untuk kandang peternakan sapi perah, kandang peternakan sapi pedaging, kandang peternakan ayam petelur, kandang peternakan ayam pedaging, kandang peternakan babi.

Kandang peternakan ini dibangun di beberapa tempat di seluruh Timor-Leste dengan mempertimbangkan kelanjutan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang dan juga potensi sumber daya alam yang akan mendukung kelangsungan perusahaan ini.

Hasil peternakan ini akan dikonsumsi di dalam negeri dan juga jika memungkinkan akan diekspor sesuai dengan standard kualitas yang berlaku dalam perdagangan internasional. Sebagaimana perusahaan lainnya, perusahaan di bidang peternakan juga akan disediakan pembangunan perumahan untuk karyawan yang akana bekerja di perusahaan tersebut.

Perminyakan. Malaysia mempunyai perusahaan minyak yang namanya Petronas, Perusahaan minyak Indonesia bernama Pertamina. Timor-Leste? Timor-Leste sebagai Negara penghasil minyak sudah selayaknya untuk memiliki sebuah perusahaan minyak. Sebagaimana halnya perusahaan lainnya, perusahaan ini membutuhkan persiapan sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadahi dan matang sebelum operasi.

Dimulai dari penentuan nama perusahaan dan langkah-langkah yang perlu dikaji mendalam sebelum perusahaan ini resmi beroperasi. Analisis persiapan untuk operasional harus banyak berkonsultasi dengan Negara-negara penghasil minyak seperti Rusia, Irak, Iran dan negara lainnya sehinga perusahaan ini di samping mendatangkan devisa besar bagi Negara juga keberlangsungan perusahaan ini dari generasi ke generasi.

Minyak mentah harus disedot sesuai dengan kebutuhan Negara dan jika mungkin harus memperhatikan sustainability minyak untuk kebutuhan Negara harus tercukupi atau dengan kata lain tidak ada niat untuk sedot sampai habis.

Perusahaan ini juga harus menyediakan perumahan yang nyaman dan layak untuk karyawan sehingga karyawan yang akan bekerja di perusahaan ini tidak memikirkan lagi rumah sendiri melainkan menikmati pekerjaan untuk melayani orang lain lebih baik melalui perusahaan ini.

Perbankan. Pengalaman rakyat Negara ini menunjukkan bahwa sudah tiga kali periode perekonomian Negara ini yang mendatangkan devisa bagi Negara. Ketiga periode itu yakni periode Kayu Cendana, Periode Kopi dan Periode Petroleu/minyak mentah.

Uang yang didatangkan dari ketiga periode ini terpaksa harus keluar ke Negara masing-masing karena uang tersebut bukan uang yang dikenal rakyat Timor-Leste. Periode kayu Cendana mempunyai kejayaan sendiri karena begitu terkenalnya kayu cendana Timor, orang-orang asing datang beramai-ramai ke Timor dan membeli kayu cendana Timor.

Uang yang mereka gunakan adalah uang Negara mereka yang ditukarkan dengan kayu cendana Timor sehingga uang tersebut harus dibelanjakan di Negara asal. Uang yang ditukarkan dengan kayu cendana ini akhirnya harus kembali ke Negara asal karena rakyat Timor tidak tahu cara memakai uang tersebut.

Uang hasil tukar kayu cendana harus dibawa orang Timor mengikuti Negara asal uang tersebut dan membelanjakan di Negara asal tersebut sampai habis. Tidak ada sirkulasi uang di dalam wilayah Timor. Orang Timor beli makanan dan pakaian di Negara asal uang dan habis pakai di Timor.

Uang hasil kopi dan minyak mentah juga sama tragisnya dengan uang hasil hasil kayu cendana. Rakyat Timor yang seharusnya mempunyai uang, harus dengan tatapan kosong ketika uang mereka ‘dirampas keluar’ dari Timor. Apalagi uang dengan nama Dollar America.

Uang ini cukup laku di seluruh dunia dan dapat keluar kapan saja dan melalui media apa saja. Untuk mencegah kekayaan Negara yang berubah menjadi uang dengan mudahnya keluar dari Timor, Negara harus mencetak uang untuk memajukan perekonomian rakyat.

Dengan demikian maka untuk mempertahankan uang agar beredar di dalam negeri, alternatifnya adalah Negara Timor-Leste harus mempunyai mata uang sendiri. Dengan demikian uang akan keluar negeri harus ditukarkan dengan mata uang asing dan uang Timor kembali beredar di Timor-Leste sendiri.

Kesimpulan: Timor-Leste harus jaya dengan hadirnya ‘Ketile anti poverty.’ Negara harus memilih orang – orang kompeten untuk duduk sebagai manajer handal dalam mengelola perusahaan Negara untuk kemakmuran rakyat.

Lima area yang harus menjadi perioritas utama dalam membangun ‘Ketile anti poverty’ adalah persawahan untuk menghasilkan beras, peternakan untuk menghasilkan susu, daging dana telur, perikanan untuk menghasilkan ikan kaleng, perminyakan untuk menghasilkan perusahaan minyak yang mampunyai bersaing di pasar global dalam kualitas tapi tidak dalam kuantitas, perusahaan percetakan uang Negara agar rakyat Timor-Leste berhenti meratapi kekayaan Negara yang berubah menjadi uang mengalir tanpa henti keluar negeri. Congratulations.

 2,574 total views,  12 views today

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on “Masa Depan Perekonomian Timor-Leste Berdiri di …” A few seconds ago
  • Share
ADVERTISEMENT
SCROLL FILA BA NOTISIA


Berita Timorpost Lainnya


Komentar :
Timorpost.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

error: